Sepakati Harga Saham Rp3.050, Divestasi Vale Akhirnya Rampung

Divestasi saham Vala akhirnya rampung dengan harga Rp3.050 per lembar saham. (dok BUMN)

Proses divestasi saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) kepada BUMN holding pertambangan Mind ID akhirnya rampung. Semua pihak akhirnya sepakat harga per lembar saham yang harus dibayar Mind ID adalah sebesar Rp3.050 per lembar.

“Harga saham yang disepakati sebesar Rp3.050 per lembar saham. Mind ID akan bersama-sama dengan Vale Canada Limited (VCL) mengendalikan PT Vale Indonesia karena ini sifatnya kontrol bersama atau joint control over corporation,” ujar Erick, Senin (28/02/2024) malam.

Mind ID telah menyepakati akuisisi saham sebesar 14% dari total kepemilikan saham PT Vale Indonesia dengan Vale Canada Limited (VCL), Sumitomo Metal Mining Co., Ltd. (SMM). Penandatanganan kesepakatan ini dilakukan oleh Direktur Utama Mind ID Hendi Prio Santoso, Deshnee Naidoo dari VCL, Yusuke Niwa dari SMM, Febriany Eddy dari PT VI. 

Atas kesepakatan ini, Mind ID resmi menjadi pemegang saham terbesar INCO. Adapun komposisi pemegang perseroan setelah kesepakatan adalah Mind ID sebesar 34,00%, VCL sebesar 33,88%, SMM sebesar 11,48% dan publik sebesar 20,63%.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan bahwa Mind ID akan memiliki hak untuk menunjuk 3 komisaris, termasuk komisaris utama, serta direktur utama, dan direktur SDM. Sementara VCL akan mendapatkan hak untuk menunjuk direktur operasional dan direktur yang bertanggungjawab pada lingkungan.

“Kami telah bersepakat bahwa VCL akan menunjuk direktur operasional dan juga direktur yang bertanggung jawab atas pengelolaan ESG. Ini menegaskan bahwa kami tetap ingin agar standard ESG yang selama ini menjadi komitmen VCL tetap dipertahankan, termasuk juga praktek pertambangan terbaik yang selama ini sudah ditunjukkan oleh VI,” ucap Tiko.

Kementerian BUMN dan Mind ID tetap menunjuk Febriany Eddy sebagai Direktur Utama INCO setelah kesepakatan divestasi diselesaikan. Hal ini didasari pada keberlanjutan bisnis sebagai hal yang penting. Mind ID maupun VCL juga telah sepakat untuk melanjutkan komitmen hilirisasi. “Saudari Febriany Eddy tetap akan menjadi Direktur Utama mewakili Mind ID,” ujar Erick.

Baca Juga  Adira Finance Raih Pinjaman Sindikasi US$300 Juta

Pada November 2023 yang lalu telah ditandatangani Heads of Agreement yang salah satunya menyatakan bahwa Mind ID dan VCL akan melakukan joint control atas pelaksanaan kegiatan usaha INCO. Divestasi ini pun merupakan bagian dari upaya perseroan dalam memenuhi kewajiban divestasi sesuai undang-undang pertambangan mineral dan batubara di Indonesia.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *