Dua Merek Fesyen Korea Ini Jajaki Pasar Indonesia

Korean Wave yang melanda dunia sejak tahun 2000-an, juga dialami Indonesia. Hal ini memengaruhi bukan saja selera musik generasi muda Indonesia, tapi juga cara berpakaian oleh dua merek fasyen asal Korea Selatan yang hadir di Jakarta International Premium Products Fair (JIPREMIUM) di Jakarta Convention Centre, Jakarta Hall A & B, pada 14 – 17 September 2023.

Dua merek Korea itu adalah Nuosmiq dan Shoehi. Melalui wawancara khusus dengan SWA Online beberapa waktu lalu, Heesun Qim selaku Direktur Nuosmiq dan Hyun-il shin, CEO Shoehi mengungkapkan bahwa mereka melihat potensi besar pasar Indonesia yang memiliki populasi Gen Y dan Z yang tinggi. Dan kebetulan mereka juga mendapat kesempatan untuk join di pameran besar yang digagas KITA (Korea International Trade Association) dan PT Aremgo Grafindo.

JIPREMIUM 2023 yang didukung oleh KADIN dan Korea Ministry of SMEs and Startups ini menjadi ajang pameran  produk  konsumen  premium  di  Indonesia  yang memberikan kesempatan untuk  bertemu dengan peserta pameran lokal dan luar negeri dari Korea, China, Taiwan, dan lainnya.

Qim menjelaskan, usaha sepatunya dirintis di Korea sejak 2020, diberi merek Nuosmiq merupakan gabungan nama dia sebagai desainer sepatu tersebut. “Sepatu Nuosmiq merupakan karya hand made dengan kerja kelas tinggi, unik dan nyaman digunakan,” ujarnya. Seluruh bahan baku sepatu Nuosmiq , diklaim lebih dari 80% menggunakan bahan daur ulang. “Seluruh produk kami dibuat di Korea, di daerah pusat pembuat sepatu yang terkenal di sana,” katanya.

Selain sepatu, merek ini juga membuat tas dan aksesoris unik. Qim mengatakan hak sepatu yang dia buat dari plastik tutup botol minuman ringan, juga ada sepatu boot yang dibuat dari jeans bekas. “Bahannya bisa dari leather cactus, cow leather, plastik dan kain bekas,” tambahnya. Maka itu tidak heran harganya lumayan tinggi mulai dari Rp 2,5 juta per pasang.

Baca Juga  Kemenperin Pacu Kapasitas IKM Olahan Kopi di Kalsel

Dia mengatakan target khusus penjualan saat pameran tidak ada karena ini pertama kali dia menjajal pasar di sini. Melalui pameran ini Qim bisa mengenal lebih baik selera pasar Indonesia. “Penjualan kami sebenarnya sudah ke luar Korea banyak. Belum lama ini kami pameran juga di Paris, melalui website, pop up store, sepatu yang kami buat sudah sampai ke China, Singapura dan Prancis. Saya tertarik membuka pop up store di Jakarta, semoga bisa terwujud,” tuturnya.

Senada dengan Qim, merek sepatu Shoehi yang dibuat sejak 2019 juga tidak menargetkan penjualan dengan mengikuti pameran ini. “Saya dalam upaya penjajakan pasar, kalau bertemu dengan partner yang cocok, supaya harganya tidak tinggi kami ingin memproduksi atau buka pabrik di sini,” ungkap Hyun-il shin, CEO Shoehi.

Merek sepatu Shoehi juga diambil dari perpaduan nama pemiliknya. Hyun-il mengatakan sepatunya selain dibuat di Korea (70%) juga ada yang diproduksi di Cina (30%). Maka itu tidak menutup kemungkinan untuk membuka produksi di Indonesia. “Desain kami memang lebih beragam, bisa untuk segala kalangan, tidak membatasi usia. Sepatunya untuk kenyamanan tidak hanya indah, simpel dan unik,” ujarnya,” ujarnya. Per bulan merek sepatu Shoehi terjual 5.000-6.000 pasang yang mayoroyas dijual secara daring. Harganya Rp 800 ribu-Rp 1,5 juta, dengan area penjualan selama ini ke Jepang dan Cina

“Potensi pasanya di Indonesia besar. Respons pasar positif, sempat jual di Shopee Live reaksinya bagus, banyak yang minat mau beli, tapi kami di sini hanya pameran. Targetnya ingin jual di mal-mal Indonesia, tapi ditahap awal akan jual online dulu,” ungkapnya.

JIPREMIUM tahun memasuki tahun keempat, mengusung idol Korea Nine to Six dari DKZ) sebagai Official Ambassador JIPremium 2023 menargetkan 10 ribu pengunjung. Jun Choi, Deputy Director of Coex Global Business mengatakan JIPREMIUM diikuti oleh lebih dari 300 exhibitors dan 400 stan produk premium dari Korea, China dan Taiwan.

Baca Juga  Mengenal Sistem Dana Bagi Hasil PI 10% Blok Rokan

Pameran ini dibagi menjadi empat kategori produk premium, yakni Rumah& Seni, Kecantikan & Fashion, Ibu & Anak, serta Makanan & Minuman. Namun sekitar 70% pengunjung memang minatnya ke produk kecantikan. Juga, ada  tiga pavilion khusus yakni Zona KLifestyle, Zona Penjualan Terbesar dan Premium Home.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *